Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut".
1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya
Dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa!
Jibril pernah datang pd nabi SAW dan berkata : "Hai Muhammad hiduplah sesukamu tapi ingat bahwa engkau akan mati, beramallah sesukamu tapi ingat bahwa engkau akan dibalas kelak, cintailah siapapun yg kau sukai tapi ingat bahwa kau pasti akan meninggalkannya. Ketahuilah bahwa keutamaan seorang mu'min adalah qiyamul lail, dan kemuliaannya adalah ketidakbutuhannya pd manusia."
Sahabat abu Darda ra berkata :
1. Orang yg ketika bertemunya 2 pasukan maka ia berada paling depan mengorbankan jiwanya, maka berfirman Allah SWT : Lihatlah hamba-Ku itu betapa sabarnya ia untuk bertemu dg-Ku dg mengorbankan jiwanya.
2. Orang yg mempunyai seorang istri yg sangat cantik dan ranjang yg sangat empuk dan indah, tapi ia bangun di malam hari, maka Allah SWT berfirman : Lihatlah hamba-Ku itu, ia rela meninggalkan semua kenikmatannya demi menemui-Ku padahal kalau ia mau ia bisa saja terus tidur.
3. Orang yg dlm safar dg kendaraannya tapi ia tetap bangun dimalam hari baik dlm keadaan sulit maupun lapang.
Demikian indahnya kehidupan para para pencinta malam ini sehingga asyik-masyuknya mereka berduaan dg kekasihnya Yang Maha Indah dan Maha Abadi itu mampu mengalahkan segala gemerlap dan glamour kehidupan dunia.
Simaklah kisah kesibukan salah seorang pencinta malam ini yg bernama Ubbad bin Basyir ra sepulangnya dari perang Dzatu Riqa' yg sangat dahsyat sehingga kaki2 para sahabat ra dibalut dg kain karena hancur akibat perjalanan yg amat jauh ditengah panas sahara yg membakar. Ditengah kelelahan yg sangat sepulang peperangan dan dalam perjalanan yg melelahkan maka tibalah waktu malam dan para sahabat dibagi giliran hirosah (jaga malam).
Ubbad bin Bisyr ra ketika melihat semua sahabat sudah terlelap maka ia segera bangkit berwudhu dan berdiri shalat serta membaca ayat-ayat al-Qur'an dan seketika berlinangan airmatanya, ia begitu menikmati bacaan tsb sehingga tdk menyadari datangnya penyelinap yg mendekatinya. Sesaat kemudian sang tamu tak diundang melepaskan panahnya dan menancap di tubuh Ubbad ra, tetapi ia merasa sayang untuk memutuskan bacaannya maka diteruskannyalah bacaannya.
Sesaat lagi menancaplah panah yg kedua ke tubuhnya, sekali lagi ia terhenti sejenak lalu kembali ia meneruskan bacaannya, maka menancaplah panah ketiga dan rubuhlah tubuh Ubbad ra ke tanah, lalu ia membangunkan Ammar bin Yasir ra yg tidur didekatnya. Maka terkejutlah Ammar dan berkata : "Subhanallah mengapa tdk kau bangunkan aku pd panah yg pertama?" Maka jawab Ubbad ra : "Demi Allah, aku sedang membaca kata2 Kekasihku, jika seandainya tdk karena aku takut mengkhianati tugasku ini, niscaya aku lebih suka diputuskan nyawaku daripada diputuskan bacaanku itu." Dan wafatlah Ubbad ra dlm kecintaannya kepada sang Kekasih. (Sirah Ibnu Hisyam)
Dan dalam hadits yg diriwayatkan oleh Hudzaifah ibnul Yaman ra disebutkan bagaimana panjang, lama dan berkualitasnya qiyamul lail nabi SAW sbb : "Saya pernah shalat malam berjamaah dg nabi SAW, maka beliau membaca surah al-Baqarah, maka aku berkata dlm hati : Nampaknya beliau akan ruku' setelah membaca 100 ayat. Ternyata beliau meneruskan shalatnya, maka aku berkata lagi dlm hati : Nampaknya beliau akan membaca seluruh
Allahumma inni as 'alukasy syuqu ila liqo'ika ...
Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya.
Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, "Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung."
Nashruddin menjawab, "Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres."
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan iapun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter. Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain. Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, "Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga."
"Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. "Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?"
Alkisah di sebuah istana, Putri Murasaki sedang sakit berat, karena itu Ratu Akashi pun berkenan mengunjunginya. Selama mereka berbincang-bincang, angin musim gugur bertiup, daun semanggi pun berayun-ayun, indah berkilauan diterpa matahari senja.
Tak lama Pangeran Genji datang menghampiri, ia melihat sang putri sedang bangun dan menatapi taman. Pangeran terkejut, dan bertanya, "Duhai Putri apakah engkau baik-baik saja? Senang-kah engkau berbincang dengan sang Ratu?" Putri Murasaki pun tersentuh hatinya karena ucapan sang Pangeran yang penuh kasih. Ia pun membuat sebuah puisi yang menggambarkan dirinya yang tak dapat hidup lebih lama lagi, laksana embun di daun semanggi yang cepat menghilang.
Seraya memandangi pohon semanggi yang berayun-ayun, seperti akan menjatuhkan embun-embunnya, Pangeran Genji membuat balasan untuk puisi itu sambil menitikkan air matanya. Dengan tangan digenggam oleh Ratu, Putri Murasaki mengakhiri hidupnya yang singkat seperti embun menjelang fajar.
Kisah diatas adalah sebuah Genji monogatari dari Jepang. Sebuah kisah yang menggambarkan sosok Putri Murasaki yang usianya begitu singkat, laksana embun-embun di daun semanggi. Di dunia ini bukankah kehidupan kita pun bagaikan embun, ia menghilang ketika fajar menjelang, tidaklah mungkin untuk merubah takdir siapa yang mendahului dan siapa yang ditinggalkan, karena itu semua telah ditakdirkan oleh-Nya.
Dulu (atau sekarang masih?) kalau kita ikut ceramah di masjid-masjid, lalu ustadznya ngomong masalah kematian kadang kita ngedumel, "Nih ustadz, ceramahnya mati melulu, lha masih muda kok diingetin mati sih. Belum nikah bo!!!" Lebih-lebih lagi kalo ustadznya udah nakutin-nakutin, "Ntar kalo mati itu kasurnya tanah, temannya ulat, sendirian, gelap gulita, bla...bla...bla...," pokoknya yang serem-serem, jadi tambah gondok. Dalam hati langsung berkata, "Ih...nih ustadz, reseh banget, pake' nakut-nakutin lagi. Auk ah gelap!!!"
Biasanya ustadz-ustadz yang suka ngomongin masalah kematian 'peminatnya' dikit, coba kalo tema ceramahnya tentang pernikahan, cinta, dan yang 'sebangsa' bisa melimpah ruah hingga emperan gedung :-)
Walaupun pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW, namun dalam Islam kita juga diingatkan untuk selalu banyak-banyak mengingat kematian, karena orang yang cerdas ialah orang yang mengendalikan
dirinya dan bekerja untuk kehidupan setelah kematian.
Mati itu juga bukan haknya orangtua aja
Dan kematian bukanlah sesuatu yang harus kita benci, karena kematian adalah bagaikan jalan pertemuan dengan Allah, dan barang siapa yang membenci pertemuan dengan-Nya, maka Allah pun membenci pertemuan dengannya [Bukhari dan Muslim]. Kita harus selalu siap saat kematian itu menyergap kita, dan selalu mempersiapkan diri ini dalam keadaan yang
diridhoi-Nya.
Menurut Said Hawwa dalam bukunya Mensucikan Jiwa, cara untuk mengingat kematian adalah dengan mengosongkah hati ini dari segala sesuatu kecuali dzikrul maut, dan caranya adalah dengan mengingat saudara-saudaranya yang telah mendahului. Bukankah orang yang paling berbahagia adalah orang yang dapat mengambil pelajaran dari orang lain? Bahkan Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, "Tidakkah kalian melihat bahwa kalian setiap hari menyiapkan orang yang pergi dan pulang kepada Allah, kalian meletakkannya di atas tanah dan membantalkan tanah dengan meninggalkan para kekasih dan terputus segala upaya."
Dengan terus menerus menghadirkan pikiran-pikiran tersebut, mengunjungi orang-orang yang sakit dan menghadiri upacara penguburan, itu merupakan salah satu jalan dzikrul maut. Bahkan, Ar-Rabi' bin Kha Khaitsam menggali kuburan di rumahnya dan setiap hari ia tidur di dalamnya beberapa kali untuk senantiasa mengingat kematian. Bahkan ia berkata, "Seandainya mengingat kematian berpisah dari hatiku sesaat saja, niscaya hatiku rusak."
Emang sih dunia ini diciptakan indah dalam pandangan mata. Dihiasi taman-taman bunga yang indah, anak-anak sebagai penghibur diri, istri yang cantik, suami yang ganteng, makanan yang beraneka rupa, harta, tahta, dll. Namun semua itu pada akhirnya juga akan kita tinggalkan, tak ada yang terbawa ke alam kubur kecuali hanya kain kafan untuk membungkus diri ini.
Kematian memang mestinya tak perlu menjadi sesuatu yang ditakuti, karena niscaya ia akan datang menghampiri pada waktunya nanti. Dan sesungguhnya yang terpenting adalah mempersiapkan diri ini hingga kelak kematian itu menjadi indah. Isy kariman aw mut syahidan, hidup mulia atau mati syahid, demikian pesan Sayyid Qutb!
Selamat berjuang untuk hidup secara mulia di dunia ini ya akhi wa ukhti fillah, mulia dipandangan manusia terlebih lagi mulia dipandangan Allah SWT, hingga kematian syahid menemui kita.
Wallahu a'lam bishshawab.
1. Taubat menghapuskan dosa-dosa seolah-olah ia tidak berdosa.
"orang yang bertaubat dari dosa seolah-olah ia tidak berdosa" (HR. Ibnu
Majah, Shahih Jami'us Shaghir 3005)
Allah berfirman (artinya): "Kecuali orang-orang bertaubat, beriman dan
mengerjakan amal shalih, maka Allah akan ganti kejahatan mereka dengan
kebajikan. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Panyayang. " (Q. S. 25: 70).
2. Allah berjanji menerima taubat mereka.
Allah berfirman(artinya): " Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah
menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. " (O.S. 9: 104).
3. Orang yang istiqamah dalam taubatnya adalah sebaik-baiknya manusia.
Nabi SAW bersabda: "Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik
orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat. " (HR. Ahmad 3: 198. Shahih
Jami'us Shaghir 4391)
"Seandainya hamba-hamba Allah tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan
menciptakan makhluq yang berbuat dosa kemudian " mereka istighfar (minta
ampun kepada Allah), lalu Allah mengampuni dosa mereka. Dan Dia adalah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang." (HR. Hakim 4: 246) .
Obat Mujarab agar bisa istiqamah dalam Taubat.
Setiap penyakit ada obatnya dan setiap penyakit ada ahli yang dapat
menangani untuk menyembuhkannya. obat penyakit badan dan tubuh bisa
diserahkan kepada dokter. tetapi penyakit hati hanya bisa diobati dengan
kembali kepada agama yang benar.
Hati yang lalai merupakan pokok segala kesalahan, dan penyakit hati ini
lebih banyak dari penyakit badan, karena orang tersebut tidak merasa bahwa
dirinya sedang sakit, akibat dari penyakit ini seolah-olah tidak tampak di
dunia ini. Adapun obat mujarab bagi penyakit hati sesudah ia kembali kepada
agama yang benar ialah:
1.Mengingat ayat-ayat Allah yang menakutkan dan mengerikan tentang siksa
yang pedih bagi orang--rang yang berbuat dosa dan maksiat Membaca Juz Amma
dan artinya permisalnya dan sebaiknya dihafalkan.
2. Membaca hikayat nabi-nabi dan para salafus shalih serta musibah-musibah
yang menimpa mereka dan umatnya akibat dosa yang mereka lakukan.
3. Selalu mengingat bahwa setiap dosa dan maksiat mempunyai akibat jelek
didunia maupun di akhirat.
4. Senantiasa mengingat ayat-ayat dan hadits-hadist yang mengisahkan tentang
siksa-siksa dari satu persatu dosa, seperti dosa minum khamar, riba, zina,
ghibah dan lain--ain.
5. Membaca istighfar dan sayyidul Ghafar setiap hari.
Semoga Allah memberi taufik dan hidayahNya kepada kita, menuntun kita untuk
segera bertaubat serta memberi kita kesudahan yang baik, khusnul khatimah.
Amin*
> Amalkanlah...insyaallah dilindungi Allah selalu.
> Ayat ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya
> ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat kerana kebesaran dan
> kemuliaannya. Syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu
> perintang dalam perjuangan mereka. Rasullah s.a.w. dengan segera
> memerintahkan Zaid b Tsabit menulis serta menyebarkannya.
> Sesiapa yang membaca ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas
> sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali
> keluar masuk rumah atau hendak musafir, insyaAllah akan terpeliharalah
> dirinya dari godaan syaitan,kejahatan manusia, binatang buas yang akan
> memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga
> akan
> terpelihara dengan izin Allah s.w.t.
> Mengikut keterangan dari kitab"Asraarul Mufidah" sesiapa mengamalkan
> membacanya setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya
> dengan
> berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan
> diberikannya
> pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia
> dari
> segala bencana dengan izin Allah.
> Syeikh Abu Abbas ada menerangkan, siapa yang membacanya sebanyak 50
> kali
> lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya,
> InsyaAllah Allah akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya
> menerima ilmu pengetahuan.
> Untuk amalan kita semua.....
> Fadhilat Ayat Al-Kursi mengikut Hadis-Hadis Rasullullah s.a.w.
> bersabda
> bermaksud: "Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah
> hilangkan segala kefakiran di depan matanya.
> Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca ayat Kursi 12 kali pada pagi
> Jumaat, kemudian berwuduk dan sembahyang sunat dua rakaat, Allah
> memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."
> Orang yang selalu membaca ayat Kursi dicintai dan dipelihara Allah
> sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad.
> Mereka yang beramal dengan bacaan ayat Kursi akan mendapat pertolongan
> serta perlindungan Allah daripada gangguan serta hasutan syaitan.
> Pengamal ayat Kursi juga, dengan izin Allah, akan terhindar daripada
> pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat menyekat
> pencuri daripada memasuki rumah. Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga
> akan
> memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.
> Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, insya-Allah, boleh
> menyebabkan syaitan dan jin terbakar. Jika anda berpindah ke rumah
> baru
> maka pada malam pertama anda menduduki rumah itu eloklah anda membaca
> ayat
> Kursi 100 kali, insya-Allah mudah-mudahan anda sekeluarga terhindar
> daripada gangguan lahir dan batin.
> Barang siapa membaca ayat Al-Kursi apabila berbaring di tempat
> tidurnya,
> Allah mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh. Barang
> siapa
> membaca ayat Al-Kursi di akhir setiap sembahyang Fardhu, ia akan
> berada
> dalam lindungan Allah hingga sembahyang yang lain.
> Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir tiap sembahyang, tidak
> menegah akan dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang
> siapa membacanya ketika hendak tidur, Allah memelihara akan dia ke
> atas
> rumahnya, rumah jirannya & ahli rumah2 di sekitarnya.
> Barang siapa membaca ayat Al-Kursi diakhir tiap-tiap sembahyang
> Fardhu,
> Allah menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur
> perbuatan2 orang yang benar, pahala nabi2 juga Allah melimpahkan
> padanya
> rahmat.
> Barang siapa membaca ayat Al-Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Allah
> mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan
> dan
> mendoakan baginya.
> Barang siapa membaca ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Allah azza
> wajalla akan mengendalikan pengambilan rohnya dan ia adalah
> seperti orang yang berperang bersama nabi Allah sehingga mati syahid.
> Barang siapa yang membaca ayat al-Kursi ketika dalam kesempitan
> niscaya
> Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya Dari Abdullah bin 'Amr
> r.a.
> Rasullullah s.a.w. bersabda, " SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU
> AYAT...."
> Semoga Allah menerima amal ibadah puasa kita...Amin.